Minggu, 04 Desember 2011

makalah arthropoda


MAKALAH
ARTHROPODA

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Zoologi Avertebrata
yang dibimbing oleh Ibu Dr. Hj. Sri Endah Indriwati,Mpd.

Oleh
Off A
Kelompok I:

Anisa Khumairo          (100341400677)
Ardiani Samti NA       (100341400678)
Din Hadi Sofyan         (100341400679)
                            Lailatul Qodriah            (100341400689)


Logo UM Transparan
 






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
APRIL, 2011
KATA PENGANTAR

          Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas ridhoNya makalah yang berjudul “ Arthropoda ” ini dapat diselesaikan. Makalah ini disajikan dengan menggunakan bahasa indonesia dan beberapa gambar agar mempermudah mahasiswa dalam mendalami pengetahuan tentang filum Arthropoda pada matakuliah Zoologi Avertebrata
          Ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada dosen yang telah membimbing dalam penyusunan makalah ini. Dan tak lupa pula ucapan terimakasih , kami ucapkan kepada teman-teman yang telah mendukung untuk penyelesaian makalah ini.
          Makalah ini menjelaskan tentang Arthropoda salah satu filum yang akan dipelajari pada matakuliah Zoologi Avertebrata. Pembahasan yang dikemukakan meliputi ciri-ciri umum, reproduksi, cara memperoleh makan, daur hidup dan peranannya dalam kehidupan manusia.
          Semoga makalah ini memberikan banyak manfaat kepada para pembacanya. Selanjutnya, demi kesempurnaan makalah ini sangat diharapkan segalah masukan dan saran yang sifatnya membangun.


                                                                                    Malang, April 2011

                                                                                            Tim Penulis









DAFTAR ISI


Kata Pengantar……………………………………………………...                        ii
Daftar Isi…………………………………………………………….            iii
BAB I PENDAHULUAN
          1.1 Latar Belakang Masalah………………………………….             1
          1.2 Rumusan Masalah…………………………………….....              1
          1.3 Tujuan…………………………………………………....              2         
BAB II PEMBAHASAN
          2.1 Ciri-ciri umum………………………………………….                3
          2.2 Anatomi dan Morfologi Arthropoda ……....……...........               5
          2.3 Fisiologi………………………………………………….              7
2.4 Klasifikasi Arthropoda......................................................                         10
2.5 Peranan Arthropoda ...........................................................                    25
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan.....................................................................              26
            3.2 Saran...............................................................................              27
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................             28






iii
BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Hewan-hewan yang termasuk filum moluska memiliki tubuh lunak, tidak bersegmen dengan bagian anterior kepala. Keadaan tubuh yang lunak itu merupakan dasar pemberian nama filum ini
.
Tubuh utama molluska diselubingi oleh lipatan kulit yang disebut pallium, dan ruangan diantara tubuh utama dengan pallium yang disebut cavtum pallil.

Hewan ini memiliki coelem yang sempit. Sebagian besar moluska hidup di laut tetapi banyak juga yang hidup di air tawar bahkan beberapa hidup di darat. Filum ini dibagi menjadi 5 kelas.

Melalui makalah ini, penulis ingin mengetahui tentang arthropoda. Tentang, arthropoda apa saja yang bersifat parasit dan memberikan manfaat untuk manusia serta mengetahui klasifikasi arthropoda yang merupakan kelompok terbesar dalam avertebrata

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana ciri-ciri umum arthropoda?
2. Bagaimana susunan morfologi arthropoda?
3. Bagaimana struktur tubuh anatomis arthropoda?
4. Proses – proses fisiologis apa saja yang terjadi pada arthropoda?
5. Bagaimana proses – proses fisiologi tersebut terjadi ?
6. Bagaimana klasifikasi arthropoda?
8. Apa manfaat moluska dari segi ekonomi

C.    Tujuan
1. Mengetahui ciri-ciri umum arthropoda
2. Mengetahui susunan morfologi arthropoda
3. Mengetahui struktur tubuh anatomis arthropoda
4. Mengatahui proses – proses fisiologis yang terjadi dalam tubuh arthropoda
5. Memahami mekanisme proses – proses fisiologis yang terjadi dalam tubuh arthropoda
6. Memahami klasifikasi arthropoda dalam taksonomi
       8. Mengatahui manfaat dari arthropoda























Sub-filum Trilobita
FAL
Gambar 1. Fallotaspisis an early Cambrian trilobite. Fallotaspis adalah trilobite Kambrium awal translate%20trilobita_files/translate_p_data/fallotaspidoidea.gif

Yang paling awal trilobita muncul dalam catatan Kambrium lebih rendah. Trilobita ini tertua termasuk anggota Orde Redlichiida , subordo Olenellina, superfamili Fallotaspidoidea dan Ketertiban Ptychopariida , subordo Ptychopariina, superfamili Ellipsocephaloidea. Bahkan perwakilan ini awal menanggung semua karakter mendefinisikan dari trilobite (Galih, 2011)
 Mungkin karakter membedakan kunci, salah satu yang memungkinkan trilobita juga harus dipertahankan dengan baik (dan yang menyumbang menonjol tiba-tiba mereka di Kambrium), adalah pengapuran exoskeleton ini. Yang menarik adalah bahwa beberapa yang paling primitif trilobita kurangnya beberapa karakter yang lebih maju trilobita beruang. (Galih, 2011)
Kurangnya Fallotaspidoids jahitan wajah, misalnya, dan protaspides mereka tampaknya tidak terklasifikasi. Jika nenek moyang trilobita di Prakambrium adalah tidak terklasifikasi, maka pelestarian mereka akan dibatasi pada konservat-lagerst├Ątten, yang memang sangat langka. Kambrium konservat-lagerst├Ątten seperti Burgess Shale (Kanada) dan Chengjiang (Cina) menunjukkan keragaman arthropoda non-kalsifikasi yang akan lolos dari deteksi jika situs tersebut tidak ada. Banyak dari mereka adalah arachnomorphs berkaitan erat dengan trilobita dan relevan dalam pencarian untuk leluhur trilobite (Galih, 2009)


Subfilum Mandibulata

1.      Kelas Chilopoda
Jenis kelamin Chilopoda terpisah, dengan tidak dipasangkan gonada dan saluran pipa dipasangkan. Beberapa lipan letakkan telor dan bersifat viviparous.Fase muda serupa dengan bentuk dewasa. Lipan lebih suka tempat lembab seperti itu di bawah kayu balok, kulit kayu, dan lempar. Chilopoda adalah carnivorus makananya dapat berupa :cacing tanah, lipas, dan lain serangga Mereka membunuh mangsa dengan mengeluarkan racun cakar kemudian mengunyahnya dengan mandibel (Hickman, 2001).  

 Lipan rumah umum Scutigera  (L.  scutum,  perisai,  _ gera,  kaitan), mempunyai 15 kaki, berjalan cepat sekitar gudang di bawah tanah, kamar mandi, dan tempat-tempat dimana mereka dapat menangkap serangga.Jenis dari lipan tak berbahaya ke manusia, walau banyak lipan tropis, beberapa panjang dari 30 cm, adalah berbahaya (Hiickman, 2001).








Gambar  . Sumber: E book Integreted Principles of Biology halaman 413






2.      Kelas Diplopoda

Luing tidak seaktif  seperti lipan. Luing berjalan perlahan-lahan, tidak menggeliat seperti lipan. Luing lebih suka gelap, tempat lembab di bawah kayu balok atau batu.. Karena bergerak lamban hewan, luing menggulungkan badannya ketika diganggu. Luing juga melindungi diri mereka sendiri dari predation dengan mengeluarkan zalir beracun atau penolak dari  kelenjar istimewa  (repugnatorial kelenjar)  yang terdapat di sepanjang sisi tubuh. Contoh umum dari ini kelas adalah Spirobolus dan Julus (Hickmann, 2001).









Kepala dari luing
Gambar   . Sumber: E book Integreted Principles of Biology halaman 413





3.      Kelas Crustaceae
Anggota Crustacea antara lain meliputi udang, teritip, dan lobster. Habitatnya meliputi air laut, air tawar, dan payau. Beberapa larva dari beberapa spesies anggota kelas ini tingga di dalam liang, sedangkan yang lain bersifat pelagic, bahkan ada yang menghuni laut dalam. Sebagian besar hidup bebas dan ada yang hidup dalam kelompok-kelompok besar.
1.      Morfologi dan Anatomi
Permukaan tubuh dilindungi kutikula yang tersusun dai zat kitin yang ditambah dengan garam-garam mineral dan bersifat sangat keras. Tubuhnya dibedakan menjadi cefalotorak dan abdomen yang terdiri dari segmen-segmen (kepala 5, torak 8, dan abdomen 6) masing-masing dengan satu pasang anggota tubuh yang terdiri atas ruas-ruas. Setiap segmen tubuh dibedakan atas tergum (bagian dorsal), sternum (bagian ventral), pleura (lateral tubuh) (Kastawi, 2009)
Cefalotorak terdiri atas 13 segmen yang terlindung oleh karapak. Ujung anterior karapak merupakan rostrum. Antena dan antenula merupakan struktur indera. Kaki jalan berfungsi untuk bergerak, memegang makanan, dan membersihkan tubuhnya. Kaki renang sebagai alat renang, respirasi, dan pembawa telur pada hewan betina (Kastawi, 2009)

2.      Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri atas mulut, esophagus, lambung, usus, dan anus. Lambung dibedakan atas dua bagian yaitu bagian yang besar (anterior) disebut kamar kardiaka dan yang kecil adalah pylorus. Usus merupakan tabung kecil yang mengarah ke arah posterior tubuh dan bermuara pada anus yang terletak pada permukaan ventral telson. Di dalam usus terjadi penyerapan zat-zat makanan oleh dinding usus (Kastawi, 2009)
Makanan udang pada prinsipnya adalah hewan-hewan yang masih hidup antara lain, siput, berudu, larva insekta, dan ikan-ikan kecil. Namun udang juga memakan material organik yang membusuk.

3.      Sistem Sirkulasi
Alat peredaran terdiri atas darah dan pembuluh darah. Darah terdiri atas cairan darah yang hampir tidak berwarna dan corpuscula darah atau amoebocyt yang berupa sel-sel ameboid. Fungsi darah yaitu mengangkut material makanan dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain, mengangkut oksigen dari insang menuju jaringan-jaringan tubuh, mengangkuy CO2 menuju ke insangdan mengangkut urea menuju alat ekskresi (Kastawi, 2009)

4.      Sistem Respirasi
Diantara bagian lateral karapak dan dinding badan terdapat rongga-rongga  atau kamar-kamar yang berisi insang dan bagian ventral kamar tersebut terbuka. Insang merupakan penjuluran dinding badan yang berbentuk bulu dan mengandung pembuluh darah. Skafognatit (bagian berbentuk sadel)  dari maxilla II bergerak ke deapn dan ke belakang menarik air yang kaya oksigen menuju ke filamen insang (Kastawi, 2009)

5.      Sistem Ekskresi
Alat ekskresi berupa sepasang bangunan yang lebar, disebut “kelenjar hijau” terletak di bagian bawah kepala, anterior esophagus. Setiap kelenjar terdiri atas bagian glanduler berwarna hijau, vesica urinaria, terbentuk dari dilatasi dinding yang tipis dan saluran yang bermuara keluar melalui suatu pori terletak di bagian ventral pada segmen basal antena. Fungsi kelenjar hijau adalah membuang sisa metabolisme tubuh (Kastawi, 2009)

6.      Sistem Saraf
Sistem saraf udang mirip cacing tanah, tetapi relative lebih besar. Sistem saraf terdiri atas ganglion supraesofageal (otak) yang bercabang ke saraf-saraf mata, antenula, dan antenna. Sepasang saraf penghubung yang berhubungan dengan ganglion subesophageal yang terletak di belakang mulut bagian ventral (Kastawi, 2009)

7.      Sistem Reproduksi
Udang bersifat diesius, yang betina memiliki abdomen yang lebih besar di bandingkan yang jantan. Alat reproduksi udang  jantan terdiri atas sepasang testis, sepasang vas deferens, dan sepasang vesikula seminalis. Alat reproduksi udang betina terdiri atas sepasang ovari dan sepasang oviduk (Kastawi, 2009).
Pembuahan terjadi di luar tubuh. Ketika musim reproduksi udang jantan dan udang betina mengadakan kopulasi. Pada saat kopulasi spermatozoa akan di tampung dalam penampung sperma, kemudian kedua hewan berpisah. Beberapa hari kemudian, udang betina membersihkan daerah abdomennya dengan menggunakan kaki renagnya. Kemudian udang betina membalikkan tubuhnya, melipat tubuh dan keluarlah sekresi berupa lendir yang menyelaputi kaki renang. Ovum akan keluar dari oviduk sekitar 200-400 buah dan akan dibuahi oleh spermatozoa yang keluar dari kantong penampungspermatozoa. Telur tetap melekat pada kaki renang sampai menetas (Kastawi, 2009)

8.      Sistem Endokrin
Hormon berperan utama dalam mengkoordinasikan fisiologi crustacea. Organ endokrin yang terpenting adalah kompleks X organ sinus gland (XOSG) complex yang terletak dekat saraf optic. Organ endokrin yang terpenting lainnya adalah Y organ, terletak pada bagian dasar setiap maksila. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh sistem XOSG adalah molt-inhibiting hormone (MIH). MIH tersebut akan merintangi terjadinya molting dengan menghambat sekresi ekdison dari organ Y (Kastawi, 2009).
Ketika terjadi perubahan lingkungan sekitarnya seperti perubahan suhu atau panjang hari, maka sekresi organ X terhambat dan organ Y terstimulus untuk mensekresikan ekdison . Oleh karena itu, terjadinya molting hanya ketika adanya perubahan lingkungan yang akan memicu kerja organ Y. Kompleks XOSG juga mensekresikan hormone yang berfungsi mengontrol kromatofor, sehingg amemungkinkan hewan mengubah warna kulitnya (Kastawi, 2009)
Salah satu hormone yang menyebabkan pigmen menjadi lebih terkonsentrasi di sebelah dalam kromatofor merah, akibatnya warna kulit hewan menjadi kurang merah. Hasil sekresi lain adalah crustacean hyperglycemic hormone yang analog dengan adrenalin glucagon di dalam vertebrata. Hormone ini membantu meningkatkan glikogen yang disimpan menjadi glukosa. Sistem XOSG juga mensekresi distal retinal-pigment hormone yang berperan membantu proses adaptasi mata majemuk dalam cahaya redup. Udang karang dan crustacea lain memiliki androgenic glands yang menyebabkan sifat maskulin (Kastawi, 2009)

9.      Regenerasi dan Autotomi
Udang memiliki daya regenerasi pada bagian-bagian tubuh yang rusak atau hilang. Struktur baru tidak selalu sama dengan yang digantikan. Contohnya pada Orconectes pellucidus testii memiliki mata yang tidak berfungsi. Namun setelah terjadi regenerasi terbentuk bangunan seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba. Regenerasi semacam ini disebut heteromorfis karena struktur baru tidak serupa dengan struktur yang digantikan.  Udang juga memiliki kemampuan autotomi yaitu pemutusan kaki pada titik tertentu (Kastawi, 2009)

4.      Kelas Insekta
1.      Perut
Jumlah segmen abdomen embrio insekta adalah 11 dan masing-masing segmen membawa sepasang apendik rudimenter. Sedangkan pada insekta fase dewasa abdomennya tidak memiliki apendik dan sejumlah segmen baisanya mereduksi.

2.      Anatomi dan Fisiologi
Sistem organ tersebut terletak di dalam rongga tubuh yang terisi daerah (homocoel). Sistem organ belalang adalah adalah sebagai berikut:





3.      Sistem Otot
Otot yang dimiliki belalang tergolong otot lurik, bersifat sangat lunak dan lembut, tetapi cukup kuat. Di daerah perut otot tersebut tersusun bersegmen-segmen, sedangkan di daerah kepala dan dada tidak tersusun bersegmen-segmen. Otot ini membantu gerak dari mandibula, sayap , kaki di daerah metatorak, dan ovipositor (Kastawi, 2005)





Gambar  .Sumber: E book Integreted Principles of Biology halaman 413

4.      Sistem Pencernaan
Saluran pencernaan pada dasarnya meliputi usus depan, usus tengah, dan usus belakang. Usus depan terdiri atas faring yang merupakan kelanjutan dari mulut dan terletak di daerah kepala yang di setiap sisinya terdapat kelenjar ludah, kemudian esophagus yang memebesar membentuk tembolok dan terletak di daerah mesotorak dan metatorak (Kastawi, 2005)

Organ selanjutnya adalah proventrikulus yang berperan sebagai organ penggiling. Usus tengah meliputi lambung yang bagian posteriornya masuk ke dalam abdomen. Pada permuakan lambung terdapat 16 kantong berbentuk kerucut yaitu gastric ceca yang berperan menghasilkan enzim-enzim pencernaan, dan hasil sekresi ini akan diberikan ke dalam lambung (Kastawi, 2005).

5.      Sistem Sirkulasi
Organ system sirkulasi berupa pembuluh tunggal yang diselubungi sinus perikardii dan terletak di tengah-tengah sepanjang tubuh dalam rongga bdomen.Pembuluh ersebut dianggap sebagai”jantung” bealang. Jantung ini terbagi menjadi kamar-kamar yang tersusun segmental. Masing-masing kamar memiliki hubungan dengan sinus perikardii melalui sepasang ostia yang terletak di lateral jantung (Kastawi, 2005)

Ujung anterior jantung membentuk sebuah aorta yang menuju ke daerah kepala ke dalam homoecoel di daerah kepala. Pada saat jantung berkontraksi secara bergelombang dari posterior ke anterior, ostia tertutup oleh katup, dan daerah didorong ke anterior. Selanjutnya darah keluar dari jantung menuju ogan-organ yang terdapat di dalam homocoel. Darah terdiri atas plasma dan sel-sel darah putih (leukosit). Fungsi darah adalah hanya membawa zat-zat makanan, tidak berperan dalam respirasi (Kastawi, 2005)

6.      Sistem Respirasi
Sistem respirasi terdiri atas susunan pipa-pipa udara /trakea yang bercabang-cabang membentuk anyaman yang membawa udara ke seluruh bagian tubuh. Trakea terdiri atas selapis sel yang berkitin. Dikenal 10 pasang spirakel, 2 pasang terletak di daerah torax dan satu pasang pada masing-masing segmen dari delapan segmen, mulai dari segmen pertama abdomen (Kastawi, 2005).

Setiap spirakel memiliki sebuah katup yang berperan mengurangi hilangnya air dari caian tubuh, dan melindungi dari parasit, partikel-partikel, dan air. Katup spirakel membuka sebagai respon dari tingginya kadar CO2 di dalam hemolimfe. Batang trakea yang besar bercabang-cabang menjadi cabang trakea yang semakin kecil. Pola yang dihasilkan dari rangkaian cabang trakea tersebut berbeda-beda tergantung spesisesnya.Cabang trakea sangat tipis adalah tracheolus, dan secara umum memiliki diameter lebih kurang 0,1 milimikron (Kastawi, 2005).

Tracheolus berhubungan langsung dengan jaringan dan berperan mensuplai kebutuhan oksigen serta membawa CO2 hasil metabolism tubuh. Ujung akhir trakheolus yang terletak pada otot atau organ lainnya berupa ujung buntu dan terisi cairan. Selama otot berkontraksi konsentarsi cairan tubh di sekitar trakheolus meningkat (Kastawi, 2005).

Keadaan ini menyebabkan cairan dalam trakheolus berdifusi ke luar, sehingga membawa oksigen menuju ke bagian yang memerlukan. Setelah aktivitas otot terhenti, hasil-hasil metabolic akan mengubah tekanan osmotic cairan sel, akibatnya air kembali ke dalam trakheolus.

7.      Sistem Ekskresi
Proses eskresi dan osmoregulasi serangga bergantung pada tubulus malphigi dan rektumnya. Setiap serangga memiliki 2 sampai dengan ratusan tubulus malpigi yang tipis. Tubulus ini umumnya berwarna kuning dan memiliki otot untuk menjaga pergerakannya di dalam homocoel (Kastawi, 2005).

Tekanan darah hewan ini sangat rendah, mengakibatkan tubulus Malpighi secara aktif mengabsrbsi ion-ion khusnya potassium. Dari homolimfe dan air yang mengandung ion-ion secara osmotic. Ion potassium tersebut berasal dari potassium karbonat di dalam hemolimfe (Kastawi, 2005).

Ketika feses melewati rectum maka rectalpadmenyerap kembali air dan mengembalikannya akibatnya feses sangat kering dan didalamnya mengandung asam urat. Beberapa spesies serangga seperti belalang gurun Schistocerca gregaria, semua air yang masuk ke dalam tubulus malphigi akan dikembalikan lagi ke dalam hemolimfe melalui penyerapan kembali oleh rectal pad(Kastawi, 2005)

Pada dasarnya adanya kemampuan tubulus malphigi untuk mengekskresikan asam urat dan sangat sedikitnya kehilangan cairan tubuh dalam proses ekskresi merupakan factor penting dalam keberhasilan serangga hidup di lingkungan terrestrial (Kastawi, 2005).


5.      Kelas Symphila
Symphyla (bahasa Yunani:  bersama-sama,  _  phylon, suku) adalah hewan kecil yang berukuran 2 sampai 10 mm Mereka tinggal di dalam humus, pembentuk daun, dan puing.  Scutigerella  (L. suramkan.dari Scutigera ) adalah hama pada sayur dan bunga, terutama di rumah kaca. Tubuh symphila lunak,  tubuhnya terdiri atas 14 segmen, 12 yang menghasilakn kaki dan sepasang spinnerets. Antena adalah lama dan tidak bercagak. Baru 160 jenis  symphila yang telah dideskripsikan (Hickmann, 2001).



B. Scutigerella,  a
symphylan, adalah satu menit keputih-putihan myriapod bahwa adalah
kadang kala satu hama rumah kaca
Gambar. Sumber: E book Integreted Principles of Biology halaman 413

6.      Kelas Pauropoda
Jumlah spesies dari kelas Pauropoda sekitar 400 spesies, tetapi jumlah individunya sangat banyak. Diperkirakan 5 juta hewan hidup dalam 1 hektar sampah hutan. Hewan ini berukuran kecil dengan panjang tubuh 0,5 sampai 2 mm. Hewan ini tidak berwarna, tubuh dibedakan atas kepala dan badan. Antean hewan ini bercabang 3 dan tidak memiliki mata (Kastawi, 2005).
Makanan berupa hewan yang berukuran mikroskopik. Contoh hewan dari kelas Pauropoda: Pauropus luxleyi dan Eurypauropus spinopus



                                                                 
A.Mempunyai 3 antena & 9 pasang kaki
Gambar   .Sumber: E book Integreted Principles of Biology halaman 413

PERANAN ARTHOPODA
            Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi manusia.Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut :

1. Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor)

2. Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)

3. Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)

Sementara yang merugikan manusia anatara lain :
1. Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.

2. Menimbulkan gangguan pada manusia.Misalnya caplak penyebab kudis, kutu kepala, dan kutu busuk

3. Hama tanaman pangan dan industri.Contohnya wereng coklat dan kumbang tanduk

4.Perusak makanan.Contohnya kutu gabah

5.-Perusak produk berbahan baku alam.Contohnya rayap dan kutu buku.




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.      Ciri utama hewsan yang termasuk dalam filum ini adalah kaki yang tersusun atas ruas-ruas. Jumlah anggota filum ini adalah terbanyak dibandingkan dengan filum lainnya lebih dari 800.000 spesies, contoh anggota filum ini antara lain kepiting, udang, serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang, dan kaki seribu, serta spesies jenis lain yang dikenal hanya berdasarkan bfosil.
2.      Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariadi. Pada tiap segmen tubuh terseburt terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen bergabung membentuk bagian tubuh , yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut). Ciri lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang membentukrangka luar (eksoskeleton). Kesoskeleton tersusun dari kitin yang di sekresikan oleh sel kulit.
3.      Arthropoda dibagi menjadi empat sub-filum, yaitu Trilobita, Chelicerata, Onychopora, dan Mandibulata.

3.2  Saran
1.      Arthropoda sangat berguna bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kita tidak diharapkan menumpas atau berburu secara berlebihan apalagi buntuk kepentingan sendiri.
2.      Disarankan bagi kita semua turut menjaga keseimbangan ekosistem dengan tidak merusak salah satu anggota dari ekosistemkehidupan, Arthropoda.



KAJIAN PUSTAKA

Kastawi, Yusuf. et al. 2005. Zoologi Avertebrata. Malang : UM Press

Hickman, Cleveland.et al. 2001. Integreted Principles of Biology eleventh edition.Mc Graw Hill.

SM, Gon III.2009.ASAL USUL TRILOBITA. http://translat .google. co.id /translate ?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.trilobites.info/origins.html. (diakses pada tanggal 2 april 2011).
Galih.2011.Arthropoda. http://biologi- galih. blogspot. com/2011/01 /echin odermata -molusca-dan-antrophoda.html.(diakses pada 14.16 31 maret 2011).





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda. Semoga bermanfaat. Terima kasihsudah membaca